Hidup dengan rejeki barokah dan melimpah adalah dambaan setiap orang. Namun untuk mendapatkannya diperlukan beberapa syarat. Disamping berikhtiar, bersedekah dan menunaikan kewajiban beramal taat kepada Allah, ada satu hal yang tak boleh diabaikan yaitu mendapatkan ridha dari orang tua - terutama ibu.
Jika Ibu meridhai, Allah akan meridhai. Jika Allah meridhai hajat (keinginan) kita, maka segala sesuatu akan mudah diraih.
Rosulullah SAW bersabda yang artinya, "Ridha Allah itu bergantung ridha kedua orang tua, dan murka Allah juga bergantung kepada murka kedua orang tua."
Ridha Allah dan ridha ibu saling berkaitan. Hal ini haruslah diyakini oleh setiap orang yang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan pahala akhirat.
Jangan sis -siakan orang tua selama ia masih hidup. Raihlah Ridha Allah melelui ridha orang tua - Terutama Ibu-. Sesungguhnya Allah SWT telah menyediakan jalan yang mudah bagi manusia untuk mencari Ridha-Nya. Namun mengapa selagi ada kesempatan - mereka masih hidup-justru diabaikan. Bahkan sebagian orang malahan mencari murka Allah melalui kemurkaan ibunya. Mengapa sebagian orang mencari bencana dan malapetaka besar karena kedurhakaannya kepada orang tua. Bukankah murkan ibu menjadi murka Allah juga ???
banyak kisah lama yang diceritakan, baik dalam hadits maupun dalam lagenda - lagenda yang menginformasikan akibat perbuatan durhaka kepada orang tua. Dalam hadits kita mengenal kisah al-Qamah yang mengalami kesulitan ketika nazak, juraij pada zaman bani Israil dan masih banyak lagi cerita lainnya. begitu pula dalam lagenda misalnya Malin Kundang menjadi batu karena durhaka kepada ibunya.
Carilah ridha mereka. Jadilah anak yang dapat menyejukkan pandangan mata dan mendamaikan hatinya. Ketika masih kecil atau remaja dan hidup bersama dalam asuhan orang tua, jadilah anak yang patuh. Jangan sekali - kali menyakiti daan mengecewakan hatinya.
Sebagai seorang anaknya hendaknya kita menyadari hak dan kewajiban. jangan menuntut hak sebelum menunaikan kewajiban dengan baik dan memuaskan hati orang tua.
Kewajiban anak kepada orang tua misalnya rajin belajar dan sekolah. Selalu melaksanakan perintahnya selama baik dan tidak bertentangan dengan syari'at, membantu pekewrjaannya. Bila anak melaksanakan tugas - tugasnya tanpa menunggu diperintah, tentu orang tua menjadi senang. Mata mereka terasa sejuk memandangnya. Dengan demikian, mengalirlah keridhoan mereka yang berimpas pada kebahagiaan hidup sang anak.
Sebaliknya jika anak senantiasa menuntut halnya tanpa menghiraukan kewajibannya, tentu membuat orang tua mengelus dada. Hati orang tua mana yang tidak sebal ketika anaknya disuruh untuk melakukan sesuatu tetapi malah membantah. Hati orang tua mana yang tidak suntuk manakala anaknya membolos sekolah atau menghabiskan uang SPP tanpa dibayarkan ke Sekolah. Hati orang tua akan terasa teriris - iris manakala melihat anaknya terlibat kejahatan, misalnya narkoba, minuman keras, judi atau tawuran. Hati orang tua menjadi sangat resah ketika waktunya pulang tetapi sang anak belum juga datang dan tidak memberi kabar sama sekalai walaupun hanya lewat telepon.
Sesungguhnya jika dicermati, banyak sekali sikap dan perilaku anak yang bisa membuat orang tua tidak bahagia 9terusik ketenangannya). Hal itu jarang sekali disadari oleh seorang anak.
Ketika anak " Makan Hati " orang tua, maka disaat itu ridha mereka tertutup baginya. Tetapi, murka Allah mungkin akan terbuka. Karena itu hati - hatilah !!
Seorang remaja bertengkar dengan ibunya. Masalahnya karena ia minta uang saku karean ia akan pergi bersama teman - temannya mendaki gunung. Disamping tidak punya uang untuk uang saku anaknya, sang ibu tampak tidak setuju jika anaknya naik gunung. Bagaimanapun sang ibu akan tetap sdayang kepada anaknya. Ia menghawatirkan akan terjadi sesuatu jika anaknya mendaki gunung. Apa yang dipikirkan ibu tidak pernah diperhatikan oleh anak. remaja itu marah - marah dan memaksakan diri untuk pergi.
"Sudahlah", jika ibu tak mau memberi uang saku, aku tetap berangkat. Ibu memang kikir", ujar sang anak hatinya jengkel. Memandang anaknya pergi sambil marah - marah, sang ibu hanya bisa mengelus dada. Sedih hatinya dan suntuk pikirannya.
Apakah kita sadar bahwa suasana hati ibu yang tidak meridhai itu berdampak buruk ?? Kekecewaan hati ibu menjadi sebuah murka, Kemurkaannya, menjadi kemurkaan Allah pula. Barang kali Allah Swt.memberikan peringatan kepada anak yang mengecewakan ibunya. Setelah remaja itu bersama kawan - kawannya mendaki gunung, ternyata ia tersesat dan hilang. Untungnya Tean SAR diterjunkan unutk mencarinya. Akhirnya ia ditemukan pula meskipun dalam keadaan pingsan.
Oleh karena itu, ridha ibu sangat utama bagi seorang anak yang ingin sukses hidupnya dan selamat akhiratnya. Jika segala sesuatu itu mendapat ridha dari orang tua, tentu perjalanan kita menjadi lancar dan terasa mudah.
Semua orang tua pasti akan terlihat senang apabila melihat anaknya patuh dan senantiasa berbuat baik. Dengan demikian mengalirlah keridhoannya- meskipun tidak berdo'a secara langsung. Betapa bangga hati orang tua ketika kita dewasa kemudian bisa saling menjaga kerukunan diantara saudara - saudara. betapa sejuk hatinya, jika sesama saudara saling membantu meringankan beban. Maka jangan heran jika menjumpai beberapa orang bersaudara sama - sama sukses hidupnya. Sejak kecil hingga dewasa mereka sama - sama mendapat ridha orang tuanya.
oleh karena itu, jika diantara saudara - saudara telah dewasa dan telah berkeluarga, hendaknya tetap merekatkan tali silaturrahmi. Hendaknya yang kaya membantu yang miskin. Orang tua akan senang melihat anak - anaknya yang akura dan saling peduli. Dengan begitu ridhanya akan mengalir dan Allah akan mengabulkannya.
Tugas seorang anak adalah mencari ridha orang tua terutama ridha ibu. Sejak bangun pagi pasanglah niat untuk mencari ridha dari seorang ibu kita. Kemudian amalkan dalam bentuk perbuatan didepan mereka. Maka Allahpun akan meridhai kita.
Berkaitan dengan itu sesungguhnya Rosulullah SAW pernah menerangkan dalam sebuah hadits, bahwa barang siapa yang sejak pagi hari mendapatkan keridhaan orang tuanya, berarti ia dibukakan dua pintu surga. Barang siapa sore hari berupaya mencari keridhaan orang tua, maka diapun mendapatkan dua pintu surga yang terbuka, sekalipun cara mencari keridhaan seorang demi seorang dan walau disertai pula kedzaliman - kedzaliman. Sebaliknya, barang siapa yang sejak pagi hari mendapatkan kemurkaan orang tuanya, berarti ia dibukakan pintu neraka. Demikian pula jika sore harinya mendapatkan kemurkaan dari orang tuanya, maka dua pintu nerakapun terbuka lebar untuknya. Hadits ini berasal dari Ibnu Abbas diriwayatkan oleh al - Baihaqi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar